Rumah Tapak Masih Jadi Incaran di RI, Ternyata Ini Alasannya

0

BeliRumah.co – Memiliki hunian senantiasa menjadi kebutuhan bagi masyarakat, terutama rumah tapak yang menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Hal ini yang membuat potensi pasar rumah tapak terus ada. Menurut Direktur Sales & Marketing Citra Swarna Group (CSG) Felicia Simon, rumah tapak merupakan kebutuhan utama terlebih bagi orang timur seperti di Indonesia. “Pasti kita pengin punya rumah, meskipun milenial sekarang itu katanya lebih senang jalan-jalan. Tapi dia ada satu waktu dia akan berhenti dan kemudian dia pengin punya rumah,” ujar Felicia pada agenda media luncheon di Hutan Kota by Plataran, Kamis (29/9/2024).

Ia mengatakan selama kebutuhan akan rumah masih ada, pengembang tidak perlu khawatir bahwa potensi tidak ada. Terlebih kalau target market adalah end-user atau pembeli rumah pertama. “Karena penjualannya bagus, respons dari marketnya bagus. Jadi dari sisi demandnya kami optimistis bahwa ini masih (prospektif). Terus (CSG) ada projek baru,” tuturnya.

Selain itu, pembeli yang berniat untuk tinggal di rumah akan mengutamakan mendapat hunian meskipun kondisi negara sedang bergejolak. “Event politik itu tidak terlalu menjadi hal yang berdampak negatif karena tadi, kebutuhan itu tetap ada, paling ketunda aja,” kata Felicia.

“Pengalaman pandemi, orang mungkin saat itu merasa waduh ada pandemi saya kena PHK, dan kemudian income saya mungkin ada perubahan Tapi setelah itu terlewat, nunda doang, tetap harus beli rumah,” sambungnya. Dari sisi pengembang, CSG optimististis potensi pasar rumah tapak tidak akan berkurang. Apalagi dengan bekerja sama dengan pihak-pihak yang dapat memudahkan pembeli dalam memperoleh hunian, terutama pembeli rumah pertama.
“Tinggal nanti kita perlu kolaborasi dengan bank, karena seperti CSG, sebagian besar itu lewat KPR, dan suku bunga itu menjadi hal yang sangat penting, karena itu berpengaruh kepada kemampuan setiap bulan nasabah,” paparnya.

Dengan bekerja sama dengan BTN, CSG menawarkan hunian dengan DP 0% pada launching klaster baru di Citra Swarna Tembong City dalam waktu dekat ini. Lalu, BTN juga memberikan bunga spesial bagi nasabahnya. Lebih lanjut, Felicia menyebutkan insentif PPN DTP selalu menjadi faktor untuk orang mengeksekusi rencana pembelian rumahnya, karena itu nominal secara persentase lumayan signifikan.

Begitu juga dengan yang dialami CSG, setiap kali ada program PPN DTP, terjadi lonjakan penjualan rumah. Adapun peningkatan penjualan rumah CSG pada tahun 2023 sebesar 20% saat ada program tersebut. Di sisi lain, Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division BTN, Mochamad Yut Penta mengungkapkan bantuan dari pemerintah melalui insentif PPN DPT memacu pergerakan pasar rumah tapak.

Ia menyebut peluncuran insentif PPN DTP pada kuarter terakhir di tahun 2023 menghasilkan pertumbuhannya terhadap perumahan yang luar biasa. “Semuanya berpengaruh positif, pengaruh tertinggi ada tipe 70, kemudian yang tipe 45 dan yang berat tipe 36,” kata Penta seperti dilansir dari Detik.com.

Menurutnya, tipe 36 banyak didominasi oleh perumahan yang sudah mendapatkan bantuan subsidi dan insentif sebelumnya, sehingga insentif PPN DTP lebih berpengaruh kepada ke rumah tipe 70.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *